Minggu, 14 September 2014

PUISI POLITIK



Tema : Politik

PEMILU

Apakah pemilu itu ?
Acara poya-poya kah ?
acara tempat orang-orang hebatkah ?
Atau apakah itu ?

Bukankah...
Pemilu ajang pengabdian ?
Ajang suci bagi para pemimpin ?
Tapi... kenapa
Kata mutiara yang selalu
Menjadi nomor satu ?

Apakah...
Para kerikil kecil menurutmu
Tidak butuh makan ?
Atau hanya...
Daun hijau yang selalu
Berfotosintesis dengan sempurna ?

Pikiran akal
Pikiran jantung hidup
Ternyata... pemilu
Suatu ajang bagi mereka
Untuk merajuk banyak uang

Kami terbuai oleh mutiara wajahmu
Putih di depanku...
Hitam di belakangku...
Apakah engkau itu manusia ?

Pemilu...
Tempat kerikil menaruh harapan
Harapan perubahan...
Harapan kemajuan...
Bahkan harapan untuk menjalani hidup

Tapi... kenapa engkau manusia ?
Menghamburkan uang
Demi menjadi orang penting
di negeri ini...
dengan bantuan serangan fajar ?




Kekuatan kecil...
Bisa menjadi besar dan kuat
Apakah engkau tidak takut ?
Dengan teriakan superku ?
Dengan gejolak tangan-tanganku nanti ?

Pemilu...
Harus bersih dari kotoran hitam...
Dari debu yang tebal
Bahkan... dari tangan setan
yang terkutuk sekalipun

Aku...
Ingin hidup sepertimu
Duduk manis...
Sambil menanti manisnya jeruk
Sambil menanti mekarnya mawar ini

Tapi...inilah aku
Hanya menggantungkan bintang
di wajah dan hatimu
Hanya berharap aku bisa
Bermetamorfosis...
Menjadi brilian putih
yang selalu berkilau di dunia ini

Tapi itu terjadi...
Jika engkau membuka mata hatimu
Dan menyadari...
Bahwa pemilu... tempat hebat
Untuk para penyelamat
Kerikil kecil ini

Kawali, 06 November 2013
Arif Rahman Fauzi

PUISI RELIGIUS



 Tema : Religius

Dirgahayu Islam

Berdiri di jauh hari
Menyalakan api yang berkobar
Berkobar sampai menyinari dunia
Bahkan...
Bulan ini pun ingin sekali merasakannya

Hati yang bening ini
Ingin rasanya menjadi
Alunan sholawat...
Yang selalu dikumandangkan
Oleh para Malaikat penghuni surga

Antero dunia...
Antero semesta...
Sudah saatnya mengakui
Bahwa raja kepercayaan
Ialah... Agamaku
Ialah... Agama pemilik surga
Siapa lagi kalau bukan...
Islam yang putih ini

Saruan kata-kata yang indah
Rebana-rebana yang bergoyang
Bahkan pohon-pohon pun...
Ikut dalam asyiknya
Gemerlap dirgahayu islam ini

Satu muharram Hijriah...
Awal kehidupan yang putih ini
Merasakan nikmatnya hidup
Merasakan manisnya buah apel yang merah ini

Tanaman kering... berevolusi menjadi
Tanaman yang subur makmur
Manusia... yang sembunyi di bawah pelangi
Manusia... yang menjelma menjadi batu
Ataupun manusia yang sedang berpura-pura
Mereka berotasi menjadi insan...
Insan yang berlandaskan sifat kebeningan hati





Kegembiraan ini...
Tak akan hangus oleh
Angin topan...
Bahkan petir kilat sekalipun
Bahkan juga besarnya parasit air yang  menerpa

Dirgahayu Islam...
Membawa semangat baru
Membawa harapan suci
Memberikan warna pelangi
Kepada kami yang Taqwa ini

Semoga...
Islam tetap putih
Tetap berjaya di antero zaman ini
Tetap lestari bagai Surga...
Dan semoga...
Selalu menjadi laksana
Pedoman hidup para insan


Kawali, 05 November 2013
Arif Rahman Fauzi


PUISI PATRIOTISME



Tema : Patriotisme
Guruku Yabes...

Terlahir untuk jadi seorang ksatria
Yang tangguh, berbadan baja
Senapan yang merah....
Trisula yang tajam pun...
Tak bisa menembus raga sucinya

Insan hidup dari surga
Yang membawa cahaya pelangi
Untukmu...
Untuk kita semua
Bahkan itu tak pernah redup...
Oleh badai sekalipun

Awal pertama, amanah datang
Awal pertama, Ia jujur pada dunia
Lautan harapan...
Dunia rumus pendidikan...
Semua tertuju padanya

Seragam baja hijau..
Logo emas yang menempel di dada
Bahkan pena super
Ia manfaatkan untuk berjuang
Berjuang bertindak...
Berjuang melawan...
Berjuang mengusir...
Para penjajah zamrud hijau ini

Suntikan rumus ilmu
Ia berikan...
Ia ikhlaskan...
Ia penuhi...para otak putih itu
Kepada para pejuang bangsa ini

Jam dinding pun ikut berteriak...
Bergoyang, bahkan melambaikan tangannya
Bahwa sekarang pukul 12 malam
Tapi.... Guruku Yabes
Masih membuka matanya
Sambil berkata... aku masih ada
Amanah yang belum terselsaikan


Putihnya brilian....
Kuningnya emas yang mengkilau...
Bahkan bintang yang terang sinarnya
Tak mampu mengalahkan
Api yang sedang membara... dan
Tebalnya selimut kecerdasaan
Yang dimiliki oleh
Guruku Yabes...

Terimakasih Ya Tuhan...
Kau telah mengirimkan dan
Memberi negeri kaya ini
Sebuah titisan Malaikat yang mampu...
Mampu menggoncangkan dunia

Kawali, 01 November 2013
Arif Rahman Fauzi

PUISI KEHIDUPAN SOSIAL



Tema : Kehidupan sosial

Harmonisasi ?
                            

Dunia zamrud ini teralu indah
Terlalu kaya akan bintang
Tapi masih adakah.....
Kerikil kecil yang tidak disinari matahari ?

            Memang... jeruk ini terlalu muda
            Terlalu hijau untuk dimakan
Tapi tahukah kamu ?
Masih ada apel merah yang haus akan manisnya

Tangan yang lemah ini...
Hati yang sudah tertusuk ini...
Masih bisakah merasakan putihnya hidup ?
Apakah itu hanya harapan ?

Mata hati ini ingin rasanya menjerit....
Melihat bulan yang hitam di angan-angan
Tapi tanpa daya.....
Raga emas ini yang sudah terkotori oleh debu

Lautan ini biru akan harapan
Rumput laut....
Kuda samudra.... ternyata
Mereka bisa menggoyangkan tangannya

Tapi apakah daya ?
Pasir hitam ini berbicara pada samudra ?
Berkenalan dengan bintang laut ?
Atau bersenda gurau dengan selimut biru ?

Mungkin... keajaiban perlu datang
Dari sang Pencipta yang Agung
Tapi apakah bisa ?
Dengan harmonisasi kita bisa sederajat ?



Kawali, 30 Oktober 2013
Arif Rahman Fauzi